Start Windows Again
X

Pages

Minggu, 18 Mei 2025

ratu semut & mustika merah delima


Ratu Semut dan Mustika Merah Delima

Di sebuah hutan tua yang belum pernah tersentuh manusia, tersembunyi sebuah kerajaan kecil yang tak kasat mata—Kerajaan Semut Merah. Di pusat kerajaan itu, tinggal seorang ratu agung bernama Ratu Lalah, seekor semut betina yang memiliki ukuran sedikit lebih besar dari semut biasa dan bermahkota dari serpihan intan hutan.

Namun, kekuatan sesungguhnya dari kerajaan ini bukan terletak pada jumlah pasukan atau luas wilayahnya, melainkan pada Mustika Merah Delima—sebutir permata kecil berwarna merah menyala yang tersimpan di dalam ruang tersembunyi di bawah singgasana Ratu Lalah. Mustika ini adalah pemberian dari leluhur semut, konon berasal dari tetesan darah naga tua yang jatuh ke bumi saat perang antara makhluk gaib ribuan tahun lalu.

Mustika itu memberi kemampuan luar biasa bagi Ratu Lalah: ia bisa berkomunikasi dengan makhluk-makhluk hutan, menyembuhkan luka hanya dengan sentuhan, bahkan menghentikan waktu di sekelilingnya selama beberapa detik. Namun, kekuatan itu harus digunakan dengan bijak. Bila digunakan untuk kepentingan egois, mustika akan retak dan menghilang selamanya.

Kedatangan Musuh

Ketenteraman hutan terganggu ketika Serangga Hitam, seekor kumbang raksasa berhati busuk yang telah diusir dari wilayah utara karena keserakahannya, datang bersama pasukannya. Ia mendengar tentang Mustika Merah Delima dan berambisi menguasainya untuk menjadikan dirinya abadi.

Serangga Hitam melancarkan serangan mendadak, membakar sarang-sarang kecil, dan menawan para prajurit semut. Di tengah kepanikan itu, Ratu Lalah memanggil kekuatan Mustika Merah Delima. Namun, mustika itu menolak digunakan untuk menyerang. Ia hanya bisa digunakan untuk perlindungan dan kebijaksanaan.

Maka, Ratu Lalah melakukan hal yang tak pernah terpikirkan: ia menyerahkan dirinya kepada Serangga Hitam, dengan syarat rakyatnya dibebaskan. Terharu oleh keberanian sang ratu, para makhluk hutan pun bersatu: burung hantu, ular pohon, bahkan kucing hutan turun tangan membantu para semut.

Dalam pertempuran terakhir, Serangga Hitam terpojok dan mencoba menyentuh mustika. Tapi saat tangan jahatnya menyentuh permata itu, cahaya merah menyala kuat dan menghancurkan dirinya menjadi debu. Mustika hanya bisa disentuh oleh hati yang bersih.

Warisan Abadi

Setelah kejadian itu, Mustika Merah Delima menghilang dari singgasana. Namun, kekuatannya tetap hidup dalam hati semua makhluk hutan. Ratu Lalah berkata, “Selama ada keberanian, pengorbanan, dan kasih sayang, mustika itu takkan pernah benar-benar hilang.”

Dan sejak saat itu, legenda Ratu Semut dan Mustika Merah Delima terus diceritakan dari satu generasi ke generasi lain, sebagai pelajaran tentang kekuatan sejati: bukan dari kekuasaan, tapi dari kebijaksanaan dan cinta pada sesama.

|| | Copy Right By : bareng | Design By : Cuerosbhelatos ||

Posting Komentar

Posting Lama